Asalberita.com – Kylian Mbappe kini menjadi sorotan tajam setelah penampilannya yang kontroversial dalam laga PSG melawan Borussia Dortmund pada pertandingan Liga Champions 2023/2024. Meskipun PSG berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, yang hampir memastikan mereka lolos ke babak 16 besar, penampilan Mbappe di lapangan menuai banyak kritik. Meskipun tim memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol, banyak peluang tersebut, termasuk yang melibatkan Mbappe, tidak dapat dimaksimalkan dengan baik.
Kesulitan PSG di Laga Krusial
Pada pertandingan yang sangat penting ini, PSG tampak kesulitan untuk mengamankan kemenangan dan memastikan kelolosan mereka, meskipun menguasai jalannya pertandingan. Salah satu sorotan utama dari pertandingan tersebut adalah Mbappe, yang tampil kurang optimal meskipun ia menjadi pemain kunci dalam tim. Penampilan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk dari mantan pemain sepak bola Christophe Dugarry, yang memberikan penilaian negatif terhadap sikap dan perilaku Mbappe di lapangan.
Kritik dari Christophe Dugarry: Sikap Kylian Mbappe Tidak Layak untuk Pemimpin
Dugarry, yang memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola Eropa, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Mbappe. Menurutnya, Mbappe tidak menunjukkan sikap yang layak sebagai pemimpin tim dalam pertandingan tersebut. “Pertandingan ini sangat krusial bagi masa depan PSG, namun Mbappe justru bermain untuk kepentingan pribadinya. Ini jelas bukan sikap yang pantas untuk seorang pemain bintang,” ujar Dugarry, menyoroti sikap individualis Mbappe yang mengurangi efektivitas tim.
Kylian Mbappe Gagal Menjadi Pemimpin yang Baik
Dugarry juga menekankan bahwa meskipun kualitas teknis Mbappe tidak diragukan lagi, ia gagal memimpin tim dengan cara yang seharusnya. “Sebagai pemain terbaik di tim, dia seharusnya menunjukkan kepemimpinan yang lebih baik. Bukannya memberikan contoh yang positif, dia justru terlihat lebih banyak mengeluh, memperlihatkan gestur kecewa, dan tidak memberikan kontribusi nyata di lapangan,” tambah Dugarry.
Kurangnya Upaya dalam Pertahanan dan Dedikasi di Lapangan
Selain itu, Dugarry juga mengkritik kurangnya upaya Mbappe dalam membantu pertahanan tim. Ia menilai Mbappe tampak enggan untuk bekerja keras dalam fase pertahanan, sebuah aspek yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan yang penuh tekanan seperti itu. “Dia terlihat enggan untuk berusaha mengejar bola, bahkan saat operan dari bek hanya berjarak beberapa meter darinya. Seharusnya, sebagai pemimpin, Mbappe harus lebih menunjukkan dedikasi dalam setiap aspek permainan,” ungkap Dugarry.
Kylian Mbappe Lebih Fokus pada Keluhan daripada Solusi
Dugarry juga menyebutkan bahwa Mbappe lebih fokus pada keluhan terhadap rekan setimnya tanpa menawarkan solusi yang konstruktif. “Dia lebih banyak marah-marah kepada rekan satu timnya, namun tidak memberi solusi konkret untuk memperbaiki situasi di lapangan. Ini adalah contoh sikap yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang pemain yang diharapkan untuk memimpin tim,” kata Dugarry.
Tekanan pada Kylian Mbappe untuk Memimpin Tim
Pernyataan Dugarry semakin memperberat beban di pundak Mbappe, yang kini dituntut untuk segera membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang mampu mengangkat tim, terutama di pertandingan-pertandingan krusial seperti yang baru saja dilalui PSG melawan Borussia Dortmund. Kritik ini juga mengingatkan Mbappe bahwa perannya bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga tentang memberikan contoh yang baik dan bekerja keras untuk keberhasilan tim secara keseluruhan.