Asalberita.com – Newcastle United harus menelan kekecewaan mendalam setelah dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2023/2024. Bermain di hadapan pendukung sendiri di St James’ Park pada Kamis (14/12/2023) dini hari WIB, The Magpies takluk 1-2 dari tamunya, AC Milan, dalam laga penentuan fase grup. Kekalahan ini membuat Newcastle finis di dasar klasemen Grup F, sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi elit Eropa musim ini.
Keunggulan yang Tak Bertahan Lama
Laga kontra AC Milan sebenarnya sempat membangkitkan asa bagi para pendukung Newcastle. Pada babak pertama, tim asuhan Eddie Howe tampil agresif dan mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Joelinton pada menit ke-33. Tendangan keras dari luar kotak penalti pemain asal Brasil tersebut berhasil menggetarkan gawang Milan dan membuat atmosfer stadion bergemuruh. Keunggulan tersebut sempat memunculkan harapan besar bahwa Newcastle bisa melangkah ke babak 16 besar, mengingat mereka hanya membutuhkan kemenangan sambil berharap hasil lain mendukung.
Milan Bangkit, Newcastle Tersingkir
Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk bagi tim tuan rumah. AC Milan bangkit dan meningkatkan intensitas serangan mereka. Hasilnya, Christian Pulisic mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-59, memanfaatkan kelengahan lini belakang Newcastle. Ketegangan semakin terasa ketika waktu normal pertandingan mendekati akhir. Pada menit ke-84, Samuel Chukwueze yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mencetak gol kedua bagi Rossoneri setelah melewati adangan bek Newcastle, sekaligus membungkam publik St James’ Park.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Kekalahan tersebut memastikan Newcastle United tersingkir dari Liga Champions, dengan catatan hanya mengumpulkan lima poin dari enam pertandingan grup. Mereka juga gagal mengamankan tiket ke Liga Europa karena finis di posisi keempat klasemen akhir.
Eddie Howe: “Kami Butuh Gol Tambahan”
Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya seusai pertandingan. Dalam keterangannya kepada media, ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan performa yang cukup baik, namun kurang efektif dalam memaksimalkan peluang. Ia juga menyoroti lini pertahanan yang dinilai belum tampil maksimal, terutama dalam menghadapi tekanan lawan pada babak kedua. Menurutnya, meskipun tim sudah bekerja keras, mereka membutuhkan gol tambahan untuk mengamankan kemenangan yang diincar sejak awal laga.
“Kami sudah bermain dengan semangat dan memberikan yang terbaik, tetapi kenyataannya hasil yang kami dapatkan belum memuaskan. Kami kehilangan fokus di beberapa momen penting, dan itu dimanfaatkan lawan dengan sangat baik,” ujarnya dalam konferensi pers setelah laga.
Krisis Pemain: Pengaruh Besar pada Tim
Selain masalah teknis di lapangan, Newcastle juga dihadapkan pada situasi sulit terkait krisis pemain. Dalam beberapa bulan terakhir, tim berjuluk The Magpies ini harus kehilangan sejumlah pilar utama akibat cedera. Daftar pemain yang absen kian panjang, termasuk di antaranya adalah Sven Botman, Joe Willock, dan Callum Wilson yang masih dalam proses pemulihan. Situasi diperburuk dengan absennya Sandro Tonali yang tengah menjalani hukuman larangan bermain karena terlibat dalam kasus perjudian.
Eddie Howe mengakui bahwa keterbatasan skuad sangat mempengaruhi kekuatan tim dalam menjalani kompetisi di berbagai ajang. Ia menyatakan bahwa dalam kondisi seperti ini, sulit baginya untuk merotasi pemain secara optimal dan menjaga kebugaran seluruh anggota tim. “Kami sedang berada dalam masa sulit. Cedera pemain benar-benar membatasi pilihan yang kami miliki di lini serang maupun pertahanan. Ini adalah tantangan besar bagi kami musim ini,” ungkapnya.
Pelajaran Berharga dan Harapan untuk Masa Depan
Kegagalan Newcastle United melaju ke fase gugur Liga Champions menjadi tamparan keras bagi klub yang baru saja merasakan kembali atmosfer kompetisi Eropa setelah lebih dari dua dekade absen. Harapan besar yang sempat muncul sejak awal musim perlahan-lahan sirna, terutama setelah hasil kurang konsisten mereka dapatkan dalam fase grup.
Meski demikian, Eddie Howe berharap pengalaman berharga ini bisa menjadi pelajaran bagi timnya untuk membangun kekuatan yang lebih matang di masa depan. Ia juga mengajak para pendukung Newcastle untuk tetap memberikan dukungan, seraya berjanji bahwa tim akan berjuang lebih keras untuk meraih prestasi di musim-musim mendatang. “Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya. Kami akan belajar dari pengalaman ini dan kembali lebih kuat,” tutupnya.
Masa Depan Newcastle yang Penuh Tantangan
Kini, Newcastle United harus mengalihkan fokus mereka ke kompetisi domestik, di mana mereka masih bersaing di Liga Inggris dan berupaya mengamankan posisi di zona Eropa untuk musim depan. Para pemain dan staf pelatih dituntut untuk segera bangkit dari keterpurukan demi menjaga asa tampil kembali di panggung Eropa.